Momen mikro bisa berupa hal sederhana seperti menengok ke luar jendela selama beberapa detik atau merasakan tekstur cangkir di tangan. Mereka tidak memerlukan persiapan khusus namun mampu mengubah nuansa hari.
Contoh momen mikro: berhenti sejenak saat mencuci piring, merasakan napas saat menunggu lift, atau menikmati kilasan cahaya matahari saat berjalan. Praktik-praktik kecil ini bisa disisipkan tanpa mengganggu jadwal.
Gunakan pemicu alami untuk memicu momen mikro, seperti setiap kali berdiri dari kursi atau sebelum membuka pintu. Pemicu membantu kebiasaan ini menjadi otomatis dan mudah diingat.
Catat bagaimana beberapa momen mikro terasa berbeda saat dicoba berulang kali: beberapa memberi kelegaan, beberapa menambah fokus, dan beberapa sekadar menyenangkan. Tidak ada target yang harus dicapai selain menyadari pengalaman singkat itu.
Padukan momen mikro dengan kebiasaan lain untuk hasil yang lebih mudah dipertahankan, misalnya satu tarikan napas saat menyikat gigi atau menutup mata sejenak sebelum mulai bekerja. Integrasi ini membuat praktik terasa alami.
Akhirnya, ajak orang di sekitar Anda untuk berbagi momen kecil yang mereka sukai. Ide sederhana dari orang lain seringkali memberi inspirasi baru dan membuat praktik harian lebih kaya.
